Laman

ada yang lucu

ketika tawa mengema diantara pori-pori jiwa
adakah tubuh merespon kebahagiaan yang kita dapat?
ada yang aneh kali ini
sebuah pesan singkat menertawaiku
karena ku tersipu sendiri
ku merona sendiri
padahal aku tak perna berwujud di bumi

adalah...

sebuah naluri rasa ketika kabut menerjang malam
dalam dekapan diam ku berjalan melawan dendam
adakah kata tererosi ucap?
ketika tak ada lagi wujud yang dapat di tangkap oleh retina
ada kalut terpatri mimpi
ada dendam tercabik hati
aku ingin lari...
tapi ku tak dapat pergi
karena aku adalah batu tak berhati
aku adalah sosok yang tak pernah ada arti.

ASAL BACOT

Surabaya, 14 Maret 2009 SELEBRITIS
Setiap orang pasti mempunyai suatu hal yang di benci. Tidak terkecuali aku. Penyebab kebencian ada banyak, dan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Trauma: hal ini disebabkan ada suatu kejadian yang membuat penderita (orang yang membenci sesuatu) merasa hal yang dibenci itu menyakitinya sehingga ia tidak mempunyai respek yang positif tentang hal itu.
2. Menjijikkan: hal ini bias saja terjadi, misalnya benci sekali melihat darah. Ada beberapa orang yang jika melihat darah dia merasa darah bukanlah sesuatu yang indah dilihat leh mata.
3. Pobhia: salah satu alasan yang sering muncul ketika seseorang benci sesuatu. Dan jarang sekali pobhia dapat dijelaskan secara rasional.
4. Disakiti atau tersakiti: ini bias berupa fisik maupun psikis. Contohnya, putus cinta, deforse.
Dari beberapa alasan diatas, salah satunya terjadi padaku. Aku tidak akan mengungkapkannya disini tentang penyebabnya, tapi paing tidak kalian tahu apa yang paling kubenci.
Aku benci selebritis. Mereka adalah manusia tak bermoral yang hanya mengandalkan tampang untuk mengumpulkan materi. Mereka juga tak berotak. Apa sih yang mereka bisa? Acting? Mereka tidak benar-benar bisa. Yang pintar adalah sang sutradara dan kru-kru yang memoles agar terlihat seperti acting. Berapa kali sence di ulang agar bener-bener pas?! Banyak banget. Kalo mereka bener-bener bisa pastinya gak bakalan seperti itu. Menyanyi? Suara mereka benar-benar fales. Coba saja mereka suruh menyanyi secara live, pasti telingga kita akan tuli jadinya. Jadi selebritis adalah kumpulan dari orang-orang tolol yang hanya memamerkan tampang dan body mereka yang super kurus kaya kena anoreksia.
Belakangan ini banyak sekali masyarakat dan orang-orang disekelilingku yang kena sindrom selebritis. Semua itu gara-gara banyak bermunculan acara variety show yang menjadikan mereka selebritis instan. Tanda-tanda orang yang terkena sindrom tersebut adalah:
1. Narsis
2. Sok cantik
3. Sok asik
4. Merasa paling ekslusive
5. Cuek sama lingkungan sekitar
6. Judes
7. Egois
8. Pemarah
9. Merasa paling jago dalam segala hal yang berbau acting
10. Gak mau dikritik
Itu adalah beberapa tanda-tanda orang terkena sindrom selebritis. Banyak orang yang tidak menyadari akibat yang di timbulkan jika kita sudah terkena sindrom tersebut. Beberapa akibat yang sering kali muncul, yakni:
1. Susah makan: hal ini disebabkan karena penderita sindrom seleb(britis) merasa tubuhnya terlalu gemuk. Mereka merasa belum mendapatkan berat badan yang ideal. Kalau badan mereka belum sekecil kawat, mereka belum merasa puas.
2. Terserang Bulima: ini adalah salah satu penyait yang diderita orang-orang yang bermasalah dengan berat badan. Mereka merasa tubuh yang mereka miliki kurang kurus, padahal tubuhnya tinggal kulit dan tulang. Perut mereka tidak perna dapat diisi oleh apapun. Secara otomatis tubuh mereka akan bereaksi jika ada makanan yang masuk ke tubuh mereka dengan cara memuntahkannya.
3. Terserang Anoreksia
4. Susah tidur (banyak menghayal)
5. Jadi pengemis bahkan yang paling parah jadi pencuri (mengikuti gaya hidup mewah selebritis)
Kesimpulan dari semuannya adalah selebritis membawa dampak buruk bagi kesehatan jiwa dan raga kita. Jadi jangan pernah berhubungan apalagi memuja yang namanya selebritis.

DRAFT 1

Pertemuan yang paling menyebalkan itu terjadi di kantor Meinuri. Meinuri itu teman baikku sejak SMP. Dia tahu segalanya tentangku. Tak ada yang ku tutup-tutupi tentang apapun darinya bahkan hal yang paling kubenci sejak kecil, begitu pula tentangnya. Meinuri adalah pemilik Applepie, salah satu event organitation terbesar di Surabaya. Aku memang sering main ke kantornya, sama seperti hari itu. Meinuri tidak ada di ruangannya siang itu. Aku tahu hari ini dia ada di ruang rapat. Ada kliennya yang sedang sangat penting dari Jakarta. Seperti biasanya, akupun menunggu di ruangannya yang penuh dengan aroma blueberry. Dia penyuka blueberry, makanya di rumah, mobil, maupun ruang kerjanya tak akan pernah lepas aroma tersebut, dan aku menyukai itu. Semalam aku begadang menyelesaikan artikelku yang harus diserahkan ke editor sore ini, maka ketika ku melihat sofa yang empuk di ruangan Meinuri, rasa kantukku seakan membobardir dengan seketika. Beberapa saat setelah aku terlelap tiba-tiba bibirku terasa basah. Akupun terlonjak kaget. Ternyata diatasku ada sesosok cowok yang wajahnya lumayan familiar tapi aku tidak mengenalinya. Aku baru sadar beberapa saat yang lalu bibirnya menyentuh bibirku. Diapun terlihat kaget dan gugup waktu aku membuka mata dan secara reflex tanganku pun mendorong tubuhnya hingga dia terjembab kelantai.
“sorry… tadi bener-bener gak sengaja… gue tersandung dan terjatuh di atas lo…” jelasnya sambil berusaha bangkit dari lantai.
Akupun dengan sigap berdiri dari sofa dan menatap lelaki didepanku dengan tajam. Baru saja aku akan membuka mulut, pintu ruangan terbuka kulihat Meinuri muncul dari sana.
“Hai…” sapa Meinuri sambil menatap kita berdua dengan heran ‘’kalian kenapa?” tanyanya kemudian.
Aku yang akhirnya dapat menguasai keadaan segera menampar lelaki yang berada 1 meter didepanku itu dan beranjak meninggalkan ruangan Meinuri “sorry Mei… aku duluan” pamitku sambil berlalu dari ruangan tersebut.
Meinuri terlihat kaget dengan tindakanku, lelaki itu pun masih terpaku diam sambil memegangi pipinya.
“Nar… lo gak apa-apa kan?” tanya Meinuri dengan cemas sambil berlari mengejarku
“Ntar aja ya Mei… aku harus balik ke kantor jam makan siangku udah selesai” terangku sambil tetap berjalan menuju parkir
“ya uda kalau begitu, hati-hati ya… jangan lupa entar malem ku tunggu d tempat biasa” ujarnya sambil cipika-cipiki denganku sebelum aku masuk ke mobil.
***
Sesampainya di kantor yang terletak di jl. A. Yani aku baru teringat lelaki yang beberapa lalu ku tampar di ruang kerja Meinuri, ya namanya Drew Rirvan Akbar. Dia adalah selebritis yang belakangan ini menghiasi layar kaca yang gossip-gosipnya actingnya banyak memukau para produser ibukota. Kenapa aku bisa segera tahu? Karena wajahnya terpampang dengan jelas di baliho depan kantor. Baliho dengan ukuran super jumbo tersebut seakan menyesakkan dadaku. Ternyata yang mencuri ciuman pertamaku seorang selebritis, manusia pertama diatas muka bumi ini yang paling ku benci.
Aku benar-benar manusia paling kuno ya… di usiaku yang ke 24 ini ternyata aku baru merasakan ciuman pertama. Bukannya aku tidak perna punya pacar, jika dihitung dengan yang beberapa bulan yang lalu putus aku sudah perna pacaran dengan 6 orang yang berbeda. Hanya saja, aku merasa aku belum rela memberikan ciuman pertamaku ke mantan-mantanku. Tapi ternyata ciuman pertamaku kini ‘di curi dengan paksa’ oleh orang yang sangat paling aku benci di muka bumi. Ya, aku punya dendam khusus dengan selebritis yang suka pamer body dan muka di layar TV. Dendam dan kebencianku itu sudah tertanam sejak aku berusia 10 tahun. Jangan tanya alasannya kenapa. Saat ini aku belum siap menceritakannya. Yang tahu kebencianku ini Cuma ayah dan Meinuri seorang. Ya, aku hanya tinggal berdua dengan ayah. Ibuku sudah lama pergi.
Aku baru saja sampai di meja kerjaku ketika kudapati wajah Alfie berada didepanku
“ya Fie…” tanyaku seakan sudah tahu apa yang diinginkan Alfie. Dia selalu mencariku untuk bergosip atau mengambil naskah.
“Nar, Pak Bos pangil kamu tuh… uda dari setengah jjam yang lalu lho…”
“tumben… ada apa ya…?” tanyaku heran, karena tidak biasanya Pak Bos mencariku (jika tidak ada sesuatu yang benar-benar penting)
“nggak tahu Lun, tapi sepertinya tadi waktu kamu pergi makan siang Pak Bos kedatangan tamu dari Jakarta. Mungkin kamu mau dikenalkan sama tamunya kali…he..he.. beliau tahu kali kamu udah dua bulan ngejomlo” canda Alfie
“lo kira Pak Bos biro jodoh apa…udah ah aku keruangannya Pak Bos dulu” pamitku.
“good luck ya…”
***
Pak Burhan, big bosku telah menungguku di sofa di ruang kerjanya. Raut muka beliau terlihat cerah, mungkin beliau sedang bahagia.
“Maaf pak, ada yang bisa saya bantu?”
“rileks aja Lun…” ujar pak Burhan sambil tersenyum sambil menyodorkan map biru
“terima kasih pak.” Aku pun duduk di sofa depan pak Burhan sambil membuka map biru tersebut. Aku terhenyak beberapa saat ketika melihat isi map tersebut. “ini profil Drew artis ibu kota kan pak! Kenapa diberikan ke saya?” ujar saya setelah dapat menguasai kekagetanku.
“melihat prestasi kerjamu selama ini saya yakin kamu dapat membimbingnya”
“Maksud bapak?” aku masih tidak faham
“selama tiga bulan kedepan dia akan belajar memahami seluk beluk jurnalistik di sini. Dan saya mempercayakan anak saya untuk kamu bimbing”
Jantungku seakan berhenti berdetak untuk beberapa saat

aku adalah....

manusia yang tak bisa apa-apa
merasa kerdil dihadapan ragaku sendiri

merasa tak pernah layak mendapatkan cinta dari siapapun
karena ku tak pernah pantas dengan siapa pun

apakah aku pemilih?
mungkin...
karena aku tak ingin mengulang kegilaan orang tuaku
aku hanya ingin yangg terbaik...
paling tidak untuk kebahagiaanku sendiri
aku tak menuntut banyak...
karena aku bukanlah manusia yang sempurna
aku punya sejuta

terserah hati

wajarnya mata...
memilih yang terindah untuk hati
wajarnya rasa...
meminta yang terbaik untuk hati
wajarnya aku...
memilih yang terbaik dihatiku
tidak yang rupawan...
tidak juga yang jutawan...
tapi yang ternyaman...
untuk hati sang pelaku rasa