Halaman

RAHASIA

tak ada rahasia dalam kamusku. ketika ku telah menceritakan suatu kisah ke orang lain berarti itu bukanlah suatu rahasia lagi, karena pada dasarnya manusia tidak akan perna bisa menutup mulutnya.

SENYUM

senyum adalah doa
senyum adalah pengharapan
senyum adalah mimpi
senyum adalah hadiah
senyum adalah surga
senyum adalah mukjizat
senyum adalah ibadah
senyum adalah pelipur lara
senyum adalah segalanya
jadi senyumlah selagi kau bisa

TERPENJARA

aku terpenjara didasar hati
ketika semua tak lagi hitam dan putih
aku terkungkung dalam sangkar sunyi
ketika hitam adalah putih dan putih adalah mati.

SUARA

desingan CPU yang memekakkan telingga
aku terpaku tanpa kata
dalam kabut tanpa makna
aku diam tanpa nada
aku ingin tahu apa...
ternyata baginya aku hanya seonggok raga tanpa jiwa
getirnya tertelan sudah
entah seberapa lama ku dapat bertahan...
aku hanya mahkluk yang baginya...
dapat diam bila bertemu uang
tahukah dia yang ku butuh cuma kasihnya
yang tak pernah kudapat secara utuh
sejak aku beranjak remaja.
mata memandangku bagai bocah...
padahal usiaku tak lagi muda
inikah cinta???
rasa rindu dan benci yang terkamuflasekan dengan seonggok materi
yang tak kan perna dapat kau bawa mati
seperti bisunya monitor ini....

bimbang..... entahlah!!!!

aku harus memilih!
tetap di perantauan atau pulang ke kandang. sebenarnya aku lebih nyaman di sini, jauh dari kebisingan yang kadang menyesakkan dada. aku malas tuk pulang, tapi tidak mungkin selamanya aku disini. ada tanggung jawab yang harus aku pikul di rumah, karena aku adalah anak tertua. aku belum menemukan pekerjaan yang 'tetap' yang bisa mengangkat harkat kedua orang tuaku, sementara usiaku terus merangkak ke angka 30. memang masih 5 tahun lagi, tapi itu bukanlah waktu yang lama.
seandainya aku pulang, akan ada pekerjaan mulia yang menantiku... tapi gaji yang aku terima sangat pas-pasan, tapi jika aku tetap bertahan aku akan memperoleh gaji yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku di sini. tidak mungkin juga aku menolak pekerjaan di rumah, karena itu adalah pekerjaan yang diusahakan orang tuaku dan itu adalah pekerjaan 'tetap'. sementara pekerjaan di sini adalah pekerjaan sementara. aku tidak ingin mengecewakan mereka...
ada hal lain yang memberatkanku tuk pulang kandang... aku belum siap dinikahkan dengan lelaki pilihan ortuku... aku belum mengenalnya secara utuh, bahkan aku melum menemukan 'chemistry' dengannya. kita tidak pernah ngorol secara langsung bahkan berkomunikasi pun belum. setahuku dia juga telah memiliki seseorang yang spesial dihatinya. kalau mereka dipisahkan dengan cara seperti ini pasti akan sangat menyakitkan. aku sendiri telah memiliki seseorang yang ku suka tetapi orang tersebut tidak pernah tahu tentang perasaanku. bisa dibilang bertepuk sebelah tangan. orang tuaku sendiri tidak begitu setuju jika aku menjalin hubungan dengan orang yang tempat tinggalnya jauh dari tempat asalku. sudahlah... aku juga tidak pernah berharap darinya. yang jelas aku benar-benar pusing dengan semua itu.
saat teman-temanku melihatku atau mereka menilai karakterku, mereka tidak pernah tahu kalau aku punya segudang masalah. dari masalah ayahku yang menikah lagi dengan tetanggaku yang lebih muda dan kaya, sejak aku kelas 5 SD. ibuku yang emosinya meledak-ledak sejak ditinggalkan ayahku yang tak pernah memberi kejelasan status sampai sekarang. adikku yang merasa kurang disayang oleh ayahku. dan aku dengan usia 'siap nikah' dan pekerjaan yang belum mapan. entahlah... aku cuma bisa berharap semua akan baik-baik saja dan berakhir dengan indah. amin

apa mau dikata

kebencianku pada temanku sangatlah beralasan. dia adalah biang keladi dari segala masalah yang timbul di tempat baruku. dia suka carmuk pada atasan. dia suka memprovokasi, dan dia juga suka mengadu domba. dia menginginkan yang lain jujur padanya, sementara dia sendiri tidak pernah jujur pada kita semua.
pada dasarnya rasa benci ataupun suka semua itu punya alasan masing-masing. hanya saja seringkali kita tidak dapat mengejahwantahkan perasaan tersebut.

duniaku

ini adalah dunia kata
aku yang berkata
aku yang merasa
aku yang terluka

ini adalah dunia lagu
aku yang bersenandung
aku yang terkungkung

terserah mau apa karena ini adalah duniaku
dunia tanpa batas
dunia tanpa sekat
dan dunia tanpa warna

aku adalah pelukisnya
aku adalah penciptanya
aku adalah kreatornya.