Laman

Sajak Tiga Rasa (LA, 19-02-06)

keika kata tak mampu ungkapkan hati
dengan pasrah rasa menerima takdir yang dijalani.

ini tak semanis gula
juga tak sedingin ice cream
ataupun sepahit kopi

ini hanya tiga rasa yang terblender menjadi satu
rasa benci, marah, dan kecewa

bukan karena cinta, rasa ini ada
atau troublemaker yang jadi sumber masalah
ini hanya karena keegoisan
yang tak perna mau peduli bahkan mengerti
tak semua orang tahu rasa hati

air matapun ikut keluar
tatkala iba melihat keegoisan memuncak
dan tiga rasa tak mampu lagi menampung

ini hanya sebuah sajak
yang datang karena tiga rasa.