Halaman

mendamba

kata yang sering kau tulis
'mendamba'
entah apa maknanya
yang jelas aku merasa ada saat itu untukku
tapi nyatanya itu hanya khayalku.

tanduku tlah diangkat saat ijab'mu berkumandang
harapku tlah sirna
tinggal kepingan asa yang pada akhirnya tiada makna.

bahagiamu kini tlah terbit...
semoga abadi hingga maut mengganti.
bahagiaku untukmu...
meski tak bersamaku.

(17/02/2013)

ALFABET

Ada hati meneteskan mata air tubuhnya
Bilurnya terasa hingga jagad raya
Cerita yang entah diterima logika
Dalam tiap purnama sabit terlihat indah
Entahlah...
Frekwensi rasa itu tlah melemah
Gelombang pun tlah kehilangan pemancarnya
Hanya ada jejak waktu...
Ilusi...
Jeratan mimpi....
Kelana dalam diam.
Lalu,
Masihkah ada embun itu?
Nuansa yang terlukis lewat surya

Opera mata menembus hati
Panorama jiwa melelapkan amarah
Quota ego pun menurun dengan indah
Remuk redam dalam diam
Sajak sabit dalam angan.

Taukah itu fonetik rasa?
Untuk setiap nafas...
Voltage berdetak tak pernah sama
Walau malam tetap basah
X-ray menelanjangi raga
Yang tersisa hanya gulana, hingga...
zaman musnah entah kemana.

(2008, Surabaya)

rindu

ada rindu disini...
tersenyum dibalik senja pagi
ketika langkah yang kau tuju
makin menjauh dari tempatku kini berdiri
bayangmu pun tak tertangkap oleh retina
hingga rindu hanya dapat tersenyum
lewat pagi yang indah

(2007, surabaya)

kenangku

aku tersenyum....
saat menangkap kelebat bayang masa lalu...
seperti itukah aku dulu?

sepertinya tidak....
senorak-noraknya aku, aku tak akan seperti itu.

aku tertawa...
dalam tawaku kudapati sosokmu
sosok yang pernah tinggal dihatiku...
dalam klausa waktu yang tak singkat menurutku....

kini kudapati bayang lain
yang kuingini tuk tinggal di hati
meski itu hanya ilusi.
^_-
(10/02/2013)