sebuah kata yang tak cukup hanya sekedar kata akanmu yang tak pernah ku mengerti. kau begitu sibuk dengan egomu begitu pun aku. kita mengawali tanpa tau seperti apa kita kita belajar mengerti seperti apa kamu begitu pun aku. kadang ada setumpuk rasa lelah mendera tatkala 'hobi'mu yang tak pernah dapat dikompromi aku berjibaku dengan waktu kau terperangkap dalam egomu. saat aku tak mau mengerti itu, kamu berdalih seolah kamu benar pada posisimu. sabarkanku dalam melangkahkan kaki ini bersamamu. semoga dapat kutemui bahagiaku bersamamu. entah kapan itu... (Lamongan, 11/11/2014
sumpah ya.. kalau bisa nyampah udah gua buang muka lo ke laut. gara-gara ELO, gua harus didudukin sama orang yang gak tau apa-apa. dan lagian kenapa sih yang lain pada ikut campur. sok ngadu segala lagi yang laennya! kalau bisa gua bejek-bejek itu muka yang sok innocent, sok segalanya!! gua harus ngehapus akun gua,,, dan itu sudah gua lakuin... puas ELO sekarang!!!!! what the F*** M*** aja lo!!! sumpah gua BETE bgt sm elo! fine! puas elo sekarang lihat gua yang disudutin. gua yang dipersalahkan atas semuanya. PUAS KAN ELO???!!!!
dalam munajatku, terukir sebuah nada sunyi dan katak pun turut bermelodi malam ini pekatnya terasa sunyi saat aku dalam keheningan beku ku rasai bekunya nadi kudapati nyerinya rasa saat langkahku terantuk nama dalam diamnya sunyiku mati (vialin, 25/01/2013)
inilah duniaku.... terbujur kaku diantara triliunan debu dalam klausa waktu terhempaskan asaku dalam bilur lukamu aku.... tersudut pilu tanpa malu dan nada sumbang itu membunuhku (vialin, 10/01/2013)
aku berjalan dalam heningnya nada rabaku dalam anganmu, terkulminasi dalam sesaknya asa aku meracau... ingatmu akan ku yang tak mampu ingatku akan mu yang tak mau hingga ke titik nadir dalam beku tak ada senyawa lagi... tak ada udara lagi... tak ada asa lagi... dan tak ada lagi. (vialin, 10/01/'13)
Mencoba memintal benang kusut Dalam gelapnya malam Mengurai helai demi helai tiap untaian benang Dalam beratnya nafas dan ringkihnya tubuh Ada nada mengalun disana Nada yang tercipta karena dicipta Bukan alaminya suara alam Karena malam ini begitu sunyi Mencoba memintal benang yang telah terurai Dalam gelapnya malam Karena lilin tlah lama padam Dan cahaya pun tlah lama mati Ada doa di sana… Karena pintalan itu dapat menjadi indah Atau perca Karena benang adalah benang Dapat di sambung atau di buang Benangku masih kusut, Karena pemintalku tersesat dalam jalannya Jalan penuh tikungan Entah kapan dia datang (19/01/2013)
give up.... -_- B elum juga langkah itu menapak... ku tlah jatuh dalam lubang yang sama penolakan keep fighting is my best choice tak ada kata menyerah karena rindu ini purnama tidak ada kata menyesal karena ini adalah langkah ke depan bukan step kemunduran Allah know what is the best for me because He's never sleep.. jika tlah tiba saatnya... tak perlu waktu tuk menunda karena memang tlah tiba waktunya jika kini ku masih di jalan ini sendiri itu berarti sang pemilik, pemilik tulang rusukku... masih mencariku dijalannya hingga saatnya nanti kita bertemu di persimpangan Keep fighting.... ALLAH never sleep !!!
mencoba membuka hati kepadamu pemilik alam imaji dalam kalusa waktu yang memporakporandakan kisah dalam konsonan frasa acapnya kata tersaji bunyi rasa terpatri hati terhimpit di kilaunya nada sesaknya nafas jiwa aku harus melangkah dalam pusaran nyawa dalam deretan kata tak adanya kata tidak dalam klausa makna karena kata tlah mati dalam heningnya hati. tersudut ku disini dalam membuka imaji kepada pemilik hati
kadang.... imaji berfikir liar kau tersenyum kau cemberut kau teriak dan marah padaku cemburu, kangen, bahkan menangis didepanku tapi... itu hanya khayalku karena kau di samping sahabatku... (Oktober 2005)
Memori kisah kita tlah terpatri di dasar hati meski ku tahu tak semua sejarah itu indah saat kau tikam hati dengan perempuan tanpa nama hanya ada tangis darah kau begitu perkasa dengan kata dan mata ya Ayah! kau adalah raksasa tanpa jiwa!
Ini adalah matahari pagi yang menyambutku saat menimbah air di Bantaran aliran sungai Bengawan Solo (di desa Tejoasri). foto ini diambil kira-kira pukul 5.45 AM. (my word) wajahmu bersemu, saat sang bening menyapamu di kilaunya pagi ini indah akan pesonamu membuatku tertawa iri adakah sang bening merajuk manja? hingga rasa yang disajikan tak lagi indah... wajahku membeku, saat melihat keserasian yang tersaji antara kamu dan dia... sungai dan sang surya
harus mencuri waktu untuk posting... susah banget posting lewat hp. jangankan posting, buka akun saja sulit. memang beneran harus beli laptop nih... tapi duit dari mana????? beginilah susahnya duit pas-pasan....
Hadeewww....... pembaruan di blogger bikin aku tidak dapat memposting lewat hp. klo kayak gini ceritanya bagaimana aku mau posting?? (kayak pernah posting saja) ini menandakan HPku sudah jadullll...... beli hp baru!!!! tapi gak ada uang!!!! gaji buat sebulan saja kagak cukup!!!!
kakakku bikin stres... aku pengen nikah... tapi... aku belum berani. eh,,, dia mendekatkan aku dengan kerabatku. benarkah dia jodohku??? seminggu sebelumnya, saat aku dan teman kerjaku ngobrol... dia tanya tipe calon suamiku,,, dengan enaknya aku jawab: 1. seiman 2.bertanggung jawab 3.setia nah lohhh..... sekarang kena getah dari omonganku sendiri... karena kerabat yg didekatkan padaku tersebut "sepertinya" memenuhi kriteria tersebut. galau kayak gini ceritanya jadi ikut-ikutan kena sindrom 'galau'
secara tidak langsung keberadaanku disini karenmu Kau menuntut kabar dariku Sedang aku tak boleh menuntut apapun darimu Kau meragukan pertemanan kita Tapi ya sudahlah.. Biar semua yang lalu jadi 'cerita manis' dan pembelajaran Aku tak ingin punya musuh Aku ingin berteman dengan semuanya Karena hidup terlalu singkat, Sayang jika hanya diisi dendam dan benci atas nama pembelaan yang benar dan salah. Jika dengan kata 'Sorry I'm wrong' semua dendam terhapus, Maka akan aku katakan 1000x Karena aku tak ingin ada dendam di hati.
Bisa dibilang semua ini salah ketika pertama kali aku masuk kerja. Aku tidak memperkenalkan diri. Bukan karena sombong tapi aku benar-benar kikuk dengan suasana baru. Tapi semuanya menjadi lebih parah ketika mereka tidak menyukai teman yang memberi info ttg kerjaanku ini (satu kantor jg). Aku tidak diajari (sbg karyawan baru paling tidak harusnya ada training singkat ttg apa yg harus dan tidak aku kerjakan di sana bukan?) Bahkan ketika gajian pertamaku pun begitu.. Aku yang satu ruangan dibiarkan pulang dan mereka semua dan beberapa orang dari bagian lain yg tidak satu ruangan ambil gaji di hari yang sama. Sedang aku dan temanku dibiarkan tidak gajian dihari itu. Padahal temanku pun ikut lembur seperti mereka. Entahlah sampai kapan aku dapat bertahan... Paling tidak sampai menemukan pekerjaan baru, aku harus bertahan di sana...!!!!!